KU MENUNGGU DALAM PENANTIAN
AKU MENUNGGU DALAM PENANTIAN
Aku
adalah sebutir debu di bentangan khatulistiwa
Aku
adalah segumpal darah yang tak bermakna
Aku
tak punya arti bila tak mendapat ridho Ilahi
Aku
berasal dari tanah beralih rupa karena di cipta Sang Robbi
Aku
ada karena cinta
Aku
ada karena “Kun Fayakun” Sang Maha Pencipta
Aku
tak akan bernilai kalau bukan karena kebesaran-Nya
Aku
adalah manusia diantara sekian milyar nyawa
Aku
tak punya arti apa-apa
Aku
adalah manusia papa yang menunggu di jemput oleh-Nya
Aku
hidup dalam penantian tuk menunggu giliran
Aku
manusia yang menunggu kehadiran sang Imam
Yang
maujud di akhir zaman
Yang
menebar keadilan setelah banyaknya kedholiman
Ya
Shohibuz zaman yang kahadiranya sudah termaktub dalam firman
Aku
menunggu dalam penantian
Sampai
usia di ujung ajal
Aku
adalah pecintamu yang hidup dalam kesendirian
Hanya
dengan cinta nyawa masih di kandung badan
Komentar
Posting Komentar