SYUKUR

 

SYUKUR

Ya Rob........

Betapa banyak limpahan rahmad yang Engkau berikan

Usia sudah menjelang, kesehatan fisik yang Engkau karunikan lambat laun akan berkurang

Akal budi merupakan karunia terbesar yang membedakan antar manusia dan hewan

Ya Rob......

Betapa besar karunia yang Engkau berikan

Jantung berdetak mengikuti irama kehidupan

Sekali terhenyak, nyawapun akan melayang

Sepasang ginjal menyaring toksit yang bikin sakit

Sepasang paru-paru menyaring nafas kehidupan

Sekali catat tubuhpun jadi mayat

Sepasang tangan semestinya tuk bekerja dan berdoa

Sepasang kaki tuk melangkah menuju jalan Ilahi

Sepasang telinga semestinya untuk mendengarkan beribu lantunan kalam ilahi yang mestinya jadi pelajaran

Sepasang mata semestinya untuk melihat ayat-ayat yang tertera

Satu lisan yang tak bertulang untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad rasul Allah

Satu hidung dengan dua lubang untuk tarikan nafas yang tiada berselang

Beribu benih janin semestinya untuk regenerasi mengesakan Engkau Yang Maha Pemberi, bukan memenuhi nafsu birahi

Tulang dan daging semestinya sarana tuk memuji bukan tuk mempersolek diri

Darah mengalir semestinmya untuk berdzikir

Tanda syukur atas segala yang telah Kau beri

Ya....Rob.....

Tak layak kami menyangkal segala nikmat yang telah Engkau berikan

Tak layak kami membantah apa yang telah Engkau perintahkan

Tak layang kami angkuh dihadapan sesama manusia, apalagi kepada Engkau Yang Maha Mulia

Tak layak kami merasa paling benar sendiri menafihkan makhluk yang lain

Tak layak kami congkak terhadap takdir yang telah Engkau berikan

Ya...Rob

Segala puja dan puji hanya milik-Mu

Hamba adalah makhluk yang dhoif

Hamba adalah makhluk yang mustadzafin

Hamba adalah makhluk yang fakir

Hamba hanya bisa bersyukur dengan segala pemberian-Mu

Ya...Rob

Maha suci Engkau yang tiada tertandingi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKOLAH TERBAIK I ADIWIYATA TINGKAT KOTA SURABAYA

UPACARA BENDERA SENIN, 19 PEBRUARI 2018

PERESAPAN LUBANG BIOPORI